Wawasan

E-katalog Catatan panen pisang/ Pertemuan selaring pisang dan karya seni/ Juni 2020

Catatan dan dokumentasi foto oleh Anang Saptoto

Pagi itu saya berangkat ke Kulonprogo, saya hendak mengambil panen pisang ambon karena kehabisan persediaan hasil panen di minggu itu. Secara tiba-tiba, dalam dua hari saja panen pisang yang sebelumnya saya ambil habis terjual. Sore sebelumnya, saya menelfon Pak Ustad Sofyan menanyakan apakah persediaan panen pisang masih ada. Malam harinya Pak Ustad mengabarkan panen pisang masih ada. Berangkatlah keesokan harinya saya ke rumah Pak Ustad untuk mengambil panen pisang tersebut. Sesaat sebelum saya berangkat, Pak Ustad mengirim pesan melalui aplikasi percakapan. Beliau meminta saya untuk melihat karya seni yang dia buat di rumah. Dekorasi taman, kolam ikan, dan mural di rumahnya.

Sesampai di rumah Pak Ustad, saya bertemu dengan orang tuanya. Beliau membantu saya untuk mengambil hasil panen di garasi rumahnya. Pagi itu ternyata Pak Ustad jadwal meladang, sehingga saya tidak bisa bertemu dengan beliau. Setelah selesai memasukan panen pisang ke bagasi mobil. Saya melihat-lihat kolam ikan dan mural di garasi sesuai arahan dari Pak Ustad. Saya cukup kagum melihat kreasi karya dekorasinya. Set taman bunga lengkap dengan ikan tombro yang memenuhi kolamnya, membuat sudut kolam itu tampak hidup dan asri. Beberapa tahun yang lalu, saya pernah ngobrol santai dengan beliau. Bercerita sewaktu beliau menempuh pendidikan seni rupa di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta. Selain belajar di sekolah kejuruan, kala itu Pak Ustad juga membantu bengkel patung milik tetangganya yang bernama Pak Herwanto. Namun ketika Pak Ustad mendalami ilmu agama, dia tak lagi membuat patung dan gambar berwujud manusia. Beliau kemudian lebih banyak mengerjakan aksen dekorasi taman hingga saat ini. Namun kesibukan ini hanya menjadi pekerjaan sampingan saja, sebab pekerjaan utama Pak Ustad adalah sebagai petani.

Saya masih melihat jejak dan ketertarikan beliau dalam berkesenian. Rumah yang saat ini ditinggalinya bersama keluarga terlihat sangat tertata. Begitu juga dengan mural motif awan yang dia gambar di dalam garasi, terlihat cukup rapi dan artistik dari bentuk dan warna. Meski garasi tersebut dipenuhi dengan karung-karung hasil panen pari untuk persediaan beras, namun justru itulah pertemuan nilai dan fungsi seni yang hakiki. Saya menyempatkan diri untuk mendokumentasikan apa yang saya lihat sesuai arahan Pak Ustad. Saya sampaikan ke beliau, karyanya sangat bagus. Saya berpikir, kalau suatu saat saya punya kesempatan mengerjakan dekorasi sebuah acara atau tempat, saya akan ajak Pak Ustad untuk berkolaborasi mengerjakan pekerjaan tersebut.

Panen pisang yang saya ambil cukup banyak dan berukuran besar. Dipetik langsung dari lahan pertanian di Kulonprogo dalam kondisi belum matang. Kata Pak Ustad, mungkin 2-3 hari kedepan pisang tersebut akan matang. Rentan waktu kematangan tersebut saya pikir bagus untuk masa penjualan. Sehingga saya tidak buru-buru khawatir akan segera layu, sebab umurnya masih panjang. Sepulang dari rumah Pak Ustad, beberapa pesanan pisang langsung saya antar. Pisang-pisang ini menuntun saya bertemu kembali dengan jejak kekaryaan Pak Ustad sebagai seniman dan petani.

Cara pemesanan

Silahkan klik link WhatsApp dalam setiap info panen dan kebutuhan produk yang ingin anda pesan.

Khusus area Yogyakarta gratis ongkos kirim.

Tulis pesan: